24 April 2018

Basa Air Force to Serve as New Home Base for PAF’s FA-50 Fighter Jets

24 April 2018


PAF F/A-50 fighter trainer aircraft (photos : pdff)

MANILA -- The Basa Air Base in Floridablanca, Pampanga will start operating and housing the Philippine Air Force (PAF)'s 12 FA-50 PH "Fighting Eagle" light-lift fighter trainers by fourth quarter this year.

The move is in coordination with the PAF's "Balik Basa" program, 5th Fighter Wing public information officer Lt. Gary Regalado said in a text message to the Philippine News Agency Wednesday.

"Basa Air base will re-establish itself as the PAF's first line of air defense against all threats both foreign and domestic. Moving the FA-50s back to Basa ensures that we become the center of air defense operations here in the Philippines," he added.

The 5th Fighter Wing is the PAF unit tasked with fast jet operations and air defense.

The first two aircraft were delivered last Nov. 28, 2015 while the last two of the PAF’s 12 plane-order with Korea Aerospace Industries were delivered on May 31, 2017.



The FA-50PHs have a top speed of Mach 1.5 or one and a half times the speed of sound and is capable of being fitted air-to-air missiles, including the AIM-9 "Sidewinder" air-to-air and heat-seeking missiles aside from light automatic cannons.

Formely, Basa Air Base was the home of the PAF's former fighter mainstays, the Vought F-8 "Crusader" and Northrop F-5 "Tiger" before their decommissioning in 1988 and 2005, respectively.

At present, Basa Air Base is hosting the PAF's three remaining SIAI-Marchetti S-211 jet trainers.

"So far, the focus will be the FA-50s. This will begin in the last quarter of this year. Projected date would be sometime in October. However these are all subject to change," Regalado said when asked on when the FA-50PHs will be transferred to Basa and whether air assets will be deployed.

(PNA)

Panglima TNI, Ketua DPR, Ketua DPD Cek Kekuatan TNI di Natuna

24 April 2018


Pemasangan radar Weibel tinggal menunggu waktu. Radar yang akan dipasang adalah radar ke-22 dari total 32 radar yang dibutuhkan untuk melingkupi seluruh Nusantara, radar tersebut bisa kompatibel dengan radar yang sekarang terpasang di Ranai (photo : Sorot)


NATUNA - Dalam rangka memantau sekaligus mengecek pembangunan kekuatan TNI di Pulau Natuna, Ketua DPD RI, Oesman Sapta melakukan kunjungan kerja bersama Panglima TNI, Ketua DPR RI, ke daerah perbatasan dan terdepan Indonesia yakni ke Pulau Natuna, Kepulauan Riau, Senin (23/4/2018).

Mendarat di Pulau Natuna, rombongan tersebut langsung terbang menuju pulau Sekatung. Dalam pertemuan dengan masyarakat dan prajurit yang bertugas di perbatasan tersebut, Panglima TNI kembali menekankan perlunya untuk saling bahu-membahu antara masyarakat dan personil TNI penjaga perbatasan.

Sementara itu, Ketua DPD RI Oesaman Sapta Odang menjelaskan, saaat ini DPD sebagai lembaga yang mewakili daerah telah mengajukan RUU daerah untuk memajukan dan mensejahterakan masayarakatnya.

"Tidak mungkin negara sejahtera apabila daerah-daerah tertinggal. Kami di DPD akan memberikan perhatian bagi pembangunan daerah perbatasan dan terdepan," ujar Oesman Sapta.

Selanjutnya, dari pulau sekatung, Ketua DPD RI melanjutkan mengunjungi pulau Datuk dengan menggunakan heli Mi 17.

Di Pulau Datuk ini, rombongan langsung menuju ke RAI Armed yang merupakan markas tempat penyimpanan berbagai jenis senjata.

Rombongan pun melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus menuju lokasi sarana dan prasarana Radar Weibel. Dimana lokasi tersebut direncanakan oleh pemerintah, akan didirikan radar udara.

"Radar permukaan dan ling range camera ini nantinya untuk memonitor semua pergerakan pesawat dan kapal yang melintas di perairan Indonesia," ujar Oso.

Kunjungan selanjutnya, rombongan pun bergerak meninjau Markas Yon Komposit TNI AD di Sepempang dan bersilaturahmi dengan para prajurit TNI dan Polri yang bertugas disana.

Dalam arahannya panglima TNI meminta agar semua unsur penjaga keamanan selalu kompak dalam bertugas. Silaturahmi ini diakhiri dengan makan siang bersama.

Usai makan siang, Oso dan rombongan langsung meninjau fasilitas pelabuhan TNI AL di Selat Lampa. Di lokasi ini baru saja dibangun dermaga yang sudah 100 % beroperasi.

Sarana pelabuhan yang ada disana mencakup dermaga kapal atas air, dermaga beaching, ponton kapal selam. Pada akhir kunjungan rombongan meninjau hanggar integratif, Rumah Sakit Integratif dan mess Integratif.

Dari keseluruhan kunjungan ke Natuna tersebut, tampak antusias yang tinggi dan kesungguhan dari Ketua DPD RI dan Ketua DPR RI untuk mendegar dan menyerap aspirasi yang disampaikan masing-masing lembaga.

KD TAR to Return to Service in May after 18 Month Refit

24 April 2018


KD Tunku Abdul Rahman (photo : ANI)

RMN’s first Scorpène boat to return to service in May after refit


The Royal Malaysian Navy’s (RMN’s) first Perdana Menteri (Scorpène)-class attack submarine, KD Tunku Abdul Rahman , will be returning to service in May following the completion of an 18-month in-country refit.

“The move marks the first time a Scorpène-class boat has undergone a refit outside France,” an official from the Boustead DCNS Naval Corporation (BDNC) joint venture – which is conducting the refits – told Jane's on 18 April at the DSA 2018 exhibition in Kuala Lumpur.

23 April 2018

TNI AL Tambah Lagi 2 KAL-28

23 April 2018


Kapal patroli KAL ini mempunyai panjang keseluruhan mencapai 33,26 meter, lebar 6,2 meter. Kapal ini dilengkapi mesin berkecepatan 28 knot dalam kondisi bermuatan penuh dan bisa mencapai kecepatan 32 knot. Masing-masing kapal juga diawaki 15 personel. (photo : batampos)

Penyerahan dan Pengukuhan Komandan KAL 28 di Palindo Marine Batam oleh Aslog KASAL

Pada hari Kamis, tanggal 19 April 2018 bertempat di Galangan kapal PT Palindo Marine Batam, telah dilaksanakan penyerahan 2 unit Kal 28 dari Direktur PT Palindo Marine kepada Kadismatal, Laksma TNI Kasih Prihantoro, S.E., M.M., M. Tr. (Han), yang dilanjutkan dengan penyerahan dari Kadismatal kepada Kasal dalam hal ini diwakili oleh Aslog Kasal Laksda TNI Mulyadi, S.Pi. M.A.P. Selanjutnya Aslog Kasal atas nama Kasal menyerahkan KAL Pulau Menjangan I-5-39 kepada Komandan Lanal Semarang dan KAL Pulau Pasoso I-6-62 kepada Komandan Lanal Palu.

Hadir pada acara penyerahan dan pengukuhan komandan KAL, Kadisadal Laksma TNI Prasetya Nugraha,S.T., M.Sc., Komandan Lantamal IV Laksma TNI R Eko Suyanto, S.E., M.M., Paban II Mat/Slogal dan para pejabat terkait.


3 buah senjata melengkapi KAL-28 ini (photo : tribunnews)

Kedua KAL 28 ini merupakan pengadaan Dismatal Tahun anggaran 2017, dengan tepat waktu. Dengan masuknya Kedua KAL 28 ke dalam jajaran alutsista TNI AL memiliki nilai strategis, bagi perkembangan kekuatan TNI Angkatan Laut dalam menjaga negara kesatuan Republik Indonesia. Pembangunan kedua KAL 28 ini dilaksanakan menggunakan Class Bureau Veritas dan diawasi secara melekat oleh Satgas Yekda KAL 28 untuk mendapatkan hasil sesuai standar kapal patroli sesuai tuntutan operasional.  

Kedua KAL 28 merupakan kapal cepat yang dilengkapi dengan 1 (satu) buah senjata mitraliur 20 mm di haluan dan 2 (dua) buah senjata 12,7 mm di superstructure buritan. KAL 28 memiliki fungsi asasi untuk melaksanakan pengejaran, penangkapan dan penyidikan, peperangan khusus anti teror aspek laut dan kegiatan infiltrasi melalui laut secara terbatas.  Dengan fungsi tersebut KAL 28 didesain juga untuk mampu melaksanakan SAR terbatas.

(TNI AL)

Malaysia Extends Airbus Support Contract for A400M

23 April 2018


RMAF A400M (photo : androidmafia)

Airbus signs extension with MinDef to provide services to airlifters

KUALA LUMPUR: Airbus has extended its contract with the Ministry of Defence to provide a  wide range of support services for the Royal Malaysian Air Force's (RMAF) A400M airlifters.

A statement issued by Airbus said the agreement was signed on Wednesday at the Defence Services Asia 2018 exhibition here.

This contract would extend an existing services deal between Airbus and MinDef.

Malaysia is the first export customer for the A400M and the RMAF received its fourth aircraft in 2017.

Under the contract, Airbus will continue to provide performance-based services including material support, engineering services, flight operations and maintenance support for the RMAF A400Ms. Airbus will work with the local industry to deliver these services. 

The agreement also covers additional spare parts and ground equipment, as well as training courses, to support A400M air-to-air refuelling operations.

Airbus personnel will continue to be deployed at RMAF No 22 squadron at the Subang Air Base to support the service. However, their numbers will gradually reduce as RMAF officers and other locally-hired personnel take over the work.

Airbus defence and space's head of military aircraft services Stephan Miegel said: “The RMAF A400M fleet has been achieving excellent aircraft availability, which is testament to the effectiveness of the current services contract. 

“We are strongly focused on continuing to build the RMAF’s expertise on the A400M and transferring the support activity to the air force itself and the local workforce.”

In addition to the A400Ms, over 100 Airbus civil and military helicopters are in service in Malaysia. 

Airbus has also secured orders for more than 720 passenger and cargo aircraft from Malaysian customers. 

It also said it has developed strong industrial partnerships in the country, and its activities are worth US$400mil per year for Malaysia’s economy and sustain over 4,000 local jobs.

(The Star)

TNI AL Akan Bentuk Pusat Komando Kopaska

23 April 2018


Pasukan Kopaska TNI AL (photo : David Afredy)

JAKARTA - Untuk menyatukan kekuatan Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang tersebar di Indonesia, TNI AL bakal membentuk Pusat Komando Pasukan Katak (Puskopaska). Hal itu diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Kopaska di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (20/4/2018).

Menurut KSAL, dengan penyatuan ini maka pembinaan dapat dilakukan secara merata. "Nanti kita satukan menjadi badan pelaksana pusat yang dinamakan Pusat Komando Pasukan Katak TNI Angkatan Laut. Sehingga pembinaannya jelas," tandas Ade Supandi. 

Meski baru rencana, KSAL mengaku pihaknya akan menstandardisasi peralatan dan kemampuan prajurit. Mulai dari kemampuan hingga menggabungkan dengan teknologi. Termasuk mempersiapkan armada ketiga melengkapi dua armada yang ada sebelumnya. "Nah setelah tergabung maka akan dibentuk Puskopaska (Pusat Komando Pasukan Katak)," ujarnya.

Dalam acara itu, KSAL juga meresmikan lapangan tembak Susilo Dwi Hedianto sebagai bentuk mengenang Susilo yang merupakan prajurit Kopaska yang tewas saat latihan. Dalam kesempatan itu juga diperagakan seni bela diri oleh para prajurit Kopaska. Ada tiga jenis bela diri yakni Libre, Aikido, dan Pencak Silat Merpati Putih. Ketiga bela diri itu wajib dimiliki setiap prajurit Kopaska.



"Setiap prajurit Kopaska wajib memiliki kemampuan itu, karena bagaimana pun Kopaska akan langsung berhadapan dengan musuh. Kemampuan bertarung satu lawan satu dengan tangan kosong harus dimaksimalkan," tandasnya.

Berbeda dengan pasukan elite lainnya, Kopaska mewajibkan menyabotase pertahanan musuh secara sembunyi. Karena itu, kemampuan berenang dan bertarung dengan tekanan air tinggi juga wajib dimiliki oleh prajurit Kopaska.

Laksana Muda Djayeng Tirto Samudra didapuk memperagakan gerakan seni bela diri Merpati Putih. Dia pun memperagakan gerakan memecah beton tebal, memotong besi dragon, hingga tujuh lapisan balok es dengan tangan kosong. Djayeng mengaku bangga bisa menunjukan kemampuannya dihadapan KSAL. "Saya cukup bangga menampilkan kemampuan ini. Membuktikan bahwa tubuh kita kuat," kata Djayeng.

Jenderal muda yang mendapatkan gelar "Pangeran Kodok" ini cukup dikenal dengan kemampuan silat Merpati Putih yang dimiliki. Sejak masuk Kopaska pada 1988, dirinya kerap berlatih meningkatkan kemampuan setiap dua minggu sekali.

(SindoNews)

Royal New Zealand Navy Adds FarSounder Sonar

21 April 2018


FarSounder sonar (photos : FarSounder)

FarSounder's flagship forward-looking sonar, the FarSounder-1000, is the latest cutting-edge gear slated to equip the Royal New Zealand Navy's (RNZN) future fleet replenishment tanker, HMNZS Aotearoa (A12). The company's longest range sonar will provide real-time 3D data on what is ahead as the tanker navigates the seas giving the vessel's crew an elevated level of safety and security.

HMNZS Aotearoa is a Maritime Sustainment Capability (MSC) Vessel that is bound for use by the New Zealand Defense Force under the maritime arm, the RNZN. This new naval tanker will be replacing HMNZS Endeavour, a veteran ship in the RNZN scheduled for decommissioning in the near future. With construction underway in South Korea's Hyundai Heavy Industries Shipyard, this naval tanker will be the largest vessel in the RNZN fleet and be equipped with ice-strengthened and winterized steel for a full range of New Zealand Defense Force operations in Antarctica. This state-of-the-art technology along with a FarSounder-1000 aboard, the HMNZS Aotearoa is the perfect ship to take over these duties of the aging HMNZS Endeavour.



Additionally, the tanker will be suitable for a number of missions, from logistics support to maritime protection, to humanitarian aid and disaster relief. FarSounder's innovative sonar will be a paramount addition to the 24,000-metric ton vessel as it carries out operations in disaster zones with dangerous debris and changing seafloors. It will also be important in missions in the always challenging Antarctic environment.

FarSounder's South Korean dealer, Oceantech Co., is the facilitator for this project responsible for delivering the FarSounder-1000 for installation. The vessel's expected delivery date to its home port in New Plymouth is January 2020, with operations set to commence March 2021.

(FarSounder)